Sunday, September 22, 2013

Sosialisasi Penyelarasan Pendidikan dengan Dunia Kerja


Sosialisasi KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia)

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, yang selanjutnya disingkat KKNI, adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor.

KKNI merupakan perwujudan mutu dan jati diri Bangsa Indonesia terkait dengan sistem pendidikan dan pelatihan nasional yang dimiliki Indonesia

Slide Presentasi Sosialisasi KKNI

Tonton Video Sosialisasi

Saturday, September 21, 2013

MAAF ITS, ANDA BELUM BISA BERBANGGA

Berikut ini ada sebuah artikel mengenai betapa salah satu kampus teknik terbaik di negara kita tercinta Indonesia masih kalah persiapan dalam menyambut ASEAN Economic Community tahun 2015 dibandingkan kampus dari negara ASEAN lain. Artikel ini di tulis oleh mahasiswa dari kampus bersangkutan.


Langsung saja, silakan lihat dan baca artikelnya dari spoiler.
MAAF ITS, ANDA BELUM BISA BERBANGGA
Memang rasanya bangga bila melihat ITS, institusi pendidikan tempat kita bernaung untuk menuntut ilmu memperoleh reputasi internasional. Minggu (9/9), ITS International Office, membawa misi tersebut melalui studi komparatif di tiga perguruan tinggi negeri di negeri Thailand. ITS pun mengundang sejummlah delegasi dari berbagai jurusan di ITS, sebagai kepanjangan tangan internasionalisasi kampus di berbagai jurusan, termasuk saya salah satunya.

Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan kata singkat AEC 2015 atau ASEAN Economic Community 2015. Tidak lama lagi di ranah tenaga kerja, seluruh tenaga kerja dari 9 negara tetangga akan saling menggempur negara kerabatnya untuk mencari dan menguasai lapangan pekerjaan. Sebuah penjelasan singkat bahwa konsep utama AEC ialah mempersatukan setiap negara anggota ASEAN menjadi satu pasar yang diprediksi mampu bersaing dengan dunia barat. Pertanyaannya, siapakah diantara kesepuluh negara ini yang akan menjadi nahkoda ASEAN?

Sudah dapat ditebak, kunjungan kami di tiga universitas negeri itu diwarnai dengan 'melongo' akan segala aspek kampus. Di Chulalongkorn University, universitas terbaik di Thailand ini, sampah absen di seluruh area kampus, juga begitu hijau. Mahasiswa dari berbagai negara dengan atmosfer internasional sangat terasa.

Thammasat University, universitas terbaik kedua di sana tak kalah mencengangkan. Area kampus begitu besar dan begitu baiknya sarana dan prasarana olahraga sehingga tidak heran kampus ini pernah menjadi salahsatu penyedia sarana dan prasarana olahraga internasional, ASEAN Games. Tidak kalah kampus teknologi ternama bernama King Mongkut's University of Technology Thonburi memiliki hampir 50 live research setiap tahunnya. Sungguh suatu hal yang patut menjadi panutan kampus kita tercinta.

Namun apa yang membuat saya terdiam? Dalam pertemuan di tiga universitas ini, satu hal penting yang selalu dipaparkan ialah kesiapan mereka menghadapi AEC 2015. Hampir di setiap majalah dinding, informasi terkait AEC dipaparkan, menjelaskan kekuatan setiap negara tetangga yang patut diwaspadai.

Belum lagi, di sekitar langit-langit kampus dipampang tulisan 'selamat pagi' dan 'selamat datang' dalam berbagai bahasa ASEAN. Satu informasi yang sangat mencengangkan ialah, sebagian besar dari sivitas akademika disana ialah orang yang fasih berbahasa Inggris. Ketiga insitusi ini juga memiliki mata kuliah Bahasa Indonesia yang selalu penuh peminat.

Lantas apa reaksi ITS sekarang? Memang ironis melihat berbagai kampus di Indonesia sekarang sudah go international tetapi ITS semakin merosot dan terpuruk. Bagaimana tidak, dalam ranking internasional, ITS sekarang telah tersaingi dengan UNS dan kampus negeri dan swasta lainnya. Seluruh mahasiswa ITS lupa akan tanggung jawab utamanya membawa visi ITS menjadi kampus teknologi bertaraf internasional. Mahasiswa masih terpatri dengan budaya lama yang semakin lama semakin tak bisa memberikan kemanfaatan.

Beberapa waktu lalu saya menyaksikan kampanye pemilihan calon Presiden BEM ITS di lingkungan FTSP. Seorang mahasiswa menanyakan kepada kedua kandidat terkait persiapan yang akan mereka lakukan menghadapi AEC 2015 apabila terpilih. Sontak salah satu kandidat mengatakan, "Saya akan menguatkan internal kampus terlebih dahulu, karena hal-hal yang berbau masa depan, futuristik seperti itu hanya bisa tercipta apabila internalnya sudah kuat," katanya.

Saya pun akhirnya menjadi pesimis akan masa depan ITS. Memang penguatan internal diperlukan, tetapi tahun 2015 sudah didepan mata, apakah penguatan internal dan eksternal tidak bisa berjalan berdampingan? Karena bahwasannya sudah 55 tahun ITS berdiri, tetapi sampai sekarang pun belum ada kontribusi besar yang dilakukan mahasiswa terhadap internasionalisasi kampus. Sementara di negeri tetangga, seluruh mahasiswa bersiap dan Indonesia sudah dipastikan menjadi targetnya. Sekali lagi, Mohon maaf ITS, anda belum bisa berbangga.

Georgi Ferdwindra Putra
Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Angkatan 2012

ditulis ulang dari https://www.its.ac.id/berita/12471/en


Apakah Anda seorang mahasiswa? Bagaimana dengan kampus Anda? Sudah siap menyambut AEC 2015?
Apakah Anda seorang pengusaha? Bagaimana dengan usaha Anda? Sudah siap menyambut AEC 2015?
Apakah Anda seorang pengajar atau pendidik? Bagaimana dengan Anda? Sudah siap menyambut AEC 2015?
Kita sebagai warga negara Indonesia, bagaimana dengan kita? Apakah sudah siap menyambut AEC 2015?

Mungkin beberapa tulisan di tautan berikut dapat membantu kita membuka wawasan mengenai AEC dan persiapan apa yang dapat kita lakukan.

Saturday, September 14, 2013

Institut Lele - Tempat Makan Lele Paling Enak di Daerah Keputih Surabaya

Institut Lele adalah sebuah usaha kuliner yang menyajikan berbagai macam-macam olahan masakan dari ikan lele.

Kebutuhan terhadap makanan yang mengandung nilai gizi tinggi semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini dikarenakan konsumen semakin paham bahwasannya menu makan seharusnya tidak hanya menyajikan kelezatan saja. Selain mempertimbangkan nilai kandungan gizi makanan dan konsumen pada umumnya juga mempertimbangkan harga beli makanan yang akan dikonsumsinya sehingga dari hal itu dapat diketahui  konsumen membutuhkan makanan yang mempunyai harga relatif murah, bergizi tinggi dan mempunyai rasa yang lezat. :thumbups:

Logo Institut Lele


yahhh... ikan lele, mempunyai nilai gizi yang sangat tinggi, memiliki banyak manfaat, sehat dan aman bagi segala usia dan kelompok konsumen, namun selama ini masakan dari ikan lele dipandang sebelah mata, kuno, sederhana, terlalu monoton dalam hal rasa dan cara "penyantapan". :matabelo:

Institut Lele lahir dan berkomitmen untuk merubah paradigma dan berupaya untuk mentransformasikan dan mewujudkan berbagai macam masakan lele dengan kelezatan dan cita rasa tinggi serta menciptakan cara (style) baru dalam "penyantapan" lele yang elegan, mudah dan bersensasi dengan harga yang terjangkau bagi segala macam jenis tingkat konsumen. :plusones:

NIKMATI DAN RASAKAN... RASA DAN CARA BARU MAKAN LELE

Keluarga Menu Lele
Lele Balado

Lele Oseng

Lele Padang

Lele Tiram

Tuesday, September 10, 2013

Harddiskku Dulu Tak Begini

Sesuai dengan judulnya, ada perubahan pada harddisk netbook yang saya gunakan. Perubahan tersebut terletak pada ruang kosong di perangkat penyimpanan berkapasitas total 320 GB ini.
Tidak perlu banyak kata-kata, gambar berikut saya rasa cukup untuk mewakili deskripsinya.

Cek Gambar

Kondisi ini sebenarnya jauh lebih baik daripada kemarin malam. Sewaktu saya hendak install Game Engine Unity3d versi terbaru, ternyata tidak ada cukup ruang di harddisk. Bahkan partisi sistem pada saat itu hanya tersisa kurang dari 300MB :berdukas:

Seperti itulah kondisi harddisk saya., bagaimana dengan harddisk Anda?

Ganti Target Shortcut Windows Explorer

Pada Windows 7, secara default Windows Explorer akan membuka folder Libraries setiap kali Anda mengakses shortcut yang ada di taskbar. Bagaimana jika Anda tidak menggunakan folder Libraries terlalu sering? Atau mungkin Anda menginginkan folder lain yang terbuka setiap kali akses Windows Explorer? Bisa!

Libraries pada Windows 7
terbuka ketika akses shortcut Windows Explorer


Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan perubahan alamat tujuan dari shortcut Windows Explorer yang ada di taskbar. Alamat tujuan dari Windows Explorer dapat Anda atur sesuai keinginan, sebagaimana mengatur shortcut yang lain. Setiap kali Anda akses shortcut Windows Explorer, maka folder yang Anda inginkan akan terbuka. Karena saya tipe pengguna yang sering cek ruang kosong di HDD, maka saya merubah alamat tujuan shortcut Windows Explorer menjadi My Computer. Bagaimana dengan Anda?

klik kanan pada ikon,
kemudian klik kanan pada Windows Explorer dan klik Properties

ganti alamat tujuan (target) dari shortcut Windows Explorer


Berikut ini beberapa target yang dapat Anda gunakan :

  • Documents folder : %SystemRoot%\explorer.exe /n,::{450D8FBA-AD25-11D0-98A8-0800361B1103}
  • Computer : %SystemRoot%\explorer.exe /E,::{20D04FE0-3AEA-1069-A2D8-08002B30309D}
  • Recycle Bin : %SystemRoot%\explorer.exe /E,::{645FF040-5081-101B-9F08-00AA002F954E}
  • Default (Libraries) : %windir%\explorer.exe

Gonickita | Tempat Belanja Tas Bernuansa Etnik | Go Ethnic!!


Saya pertama mendapatkan info mengenai Gonickita dari seorang teman.
Ternyata teman saya ini memiliki kepedulian terhadap potensi keindahan motif / pola kain yang ada di daerah. Kepedulian tersebut mendorongnya untuk mengangkat motif-motif tersebut menjadi salah satu kebutuhan aktivitas manusia, tas.

Ya, Gonickita hadir dengan beragam pilihan jenis motif etnik untuk tas. Tersedia tas sling maupun ransel.

klik gambar untuk memperbesar

Tersedia dengan berbagai jenis motif, jenis sling bag dan ransel .

ukuran A3+ (45cm x 35cm)

harga ready stock
sling bag : 175k 
ransel : 180k

harga PO
sling bag : 180k 
ransel : 185k


reseller are welcome !
untuk info reseller hub : 088805163865

have fun gonicholic


Beberapa Koleksi Gonickita







Sunday, September 8, 2013

Sekilas KKNI / IQF

mulai tahun 2015, dengan ada / diberlakukannya AEC, maka di regional ASEAN tidak akan ada bea masuk dan keluar untuk produk2 strategis. hal ini demi memperkuat peranan ASEAN dalam perekonomian dunia.



nah, yang jadi 'masalah' adalah tenaga kerja asing juga akan lebih mudah masuk ke Indonesia. akibatnya, persaingan di dalam negeri akan semakin berat. sebenarnya peluang kerja keluar juga terbuka. syaratnya, kompetensi tenaga kerja Indonesia harus mumpuni.


pemerintah lewat Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) / Indonesia Qualification Framework (IQF) berusaha mengakomodasi tenaga kerja yang kompeten namun kurang diakui karena alasan2 tertentu (eg: tidak punya ijazah).

dengan KKNI / IQF, maka keahlian yang didapat lewat pengalaman kerja dapat membawa tenaga kerja mendapatkan pengakuan dan penghasilan setara dengan tenaga kerja yang berijazah pendidikan tinggi. demikian pula yang punya ijazah, pengakuannya bisa kurang jika kompetensinya tidak sesuai dengan deskripsi keahlian yang harus dimiliki di bidang dan strata pendidikannya.

http://penyelarasan.kemdikbud.go.id
http://www.facebook.com/Penyelarasan.Pendidikan.dengan.Dunia.Kerja

Sunday, September 1, 2013

Berkompetisi dengan Tenaga Kerja Asing

post ini merupakan lanjutan dari

[Rian's Journey] Pengalaman Pertama Naik Pesawat Terbang


Post kali ini mengenai fenomena 'istimewa' yang saya jumpai selama perjalanan naik pesawat udara. Apa itu? Sabar ya.. :peaces:
*GR., padahal gak ada yang menunggu :malus:

Sebelum mulai ceritanya, saya mau bertanya.. Pernahkah Anda dilayani oleh bule?
Nah, mungkin secara tidak sadar kita sebenarnya sering sekali dilayani oleh orang luar negeri. Setidaknya lewat aplikasi atau program yang dikembangkan oleh mereka. Yang ingin saya ceritakan di post kali ini adalah mengenai pilot pesawat terbang dari maskapai penerbangan Garuda Indonesia.

Sebagaimana kita ketahui [yang awalnya belum tahu, sekarang jadi tahu :peaces:] bahwa Garuda Indonesia adalah BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang bergerak di bidang transportasi., dalam hal ini maskapai penerbangan. Garuda Indonesia adalah maskapai penerbangan Indonesia yang berkonsep sebagai full service airline (maskapai dengan pelayanan penuh). Saat ini Garuda Indonesia mengoperasikan 82 armada untuk melayani 33 rute domestik dan 18 rute internasional termasuk Asia (Regional Asia Tenggara, Timur Tengah, China, Jepang dan Korea Selatan), Australia serta Eropa (Belanda).

Berbagai penghargaan pun telah diterima oleh Garuda Indonesia sebagai bukti dari keunggulannya. Pada tahun 2010, Skytrax menobatkan Garuda Indonesia sebagai “Four Star Airline” dan sebagai “The World's Most Best Improved Airline”. Selanjutnya pada Juli 2012, Garuda Indonesia mendapatkan penghargaan sebagai “World's Best Regional Airline” dan “Maskapai Regional Terbaik di Dunia”. Sebuah lembaga konsultasi penerbangan bernama Centre for Asia Aviation (CAPA), yang berpusat di Sydney, juga memberikan penghargaan kepada Garuda Indonesia sebagai "Maskapai yang Paling Mengubah Haluan Tahun Ini", pada tahun 2010. Sedangkan Roy Morgan, lembaga peneliti independen di Australia, juga memberikan penghargaan kepada Garuda Indonesia sebagai “The Best International Airline” pada bulan Januari, Februari dan Juli 2012.
Logo dan tulisan Garuda Indonesia


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...