Monday, July 29, 2013

Workshop Sosialisasi Program Penyelarasan Pendidikan dengan Dunia Kerja - Lampung

Bandar Lampung - Pendidikan selaras bukan hanya menjadi tanggung jawab pendidik tetapi juga menjadi tanggung stakeholder industri dan juga birokrasi. Menjadikan lulusan Indonesia menjadi lulusan berkompeten dan memiliki daya saing memang bukan perkara mudah. Akan tetapi apabila semua elemen saling mendukung satu sama lain, hal tersebut bukan tidak mungkin untuk dicapai.

Workshop penyelaran dunia kerja dunia industri yang dilaksanakan oleh Direktorat Pendidikan Non Formal dan Informal, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI di Bandar Lampung pada 23 – 24 Juli 2013 yang lalu, pada hari pertama mengambil sasaran guru dan pelajar SMA/SMK, pembina dan siswa lembaga kursus serta dosen dan mahasiswa. Pada hari kedua, workshop mengambil sasaran pelaku dunia usaha dan dunia industri yang mencakup birokrat, pelaku serta wartawan. Workshop penyelarasan ini membahas mengenai keselarasan dunia pendidikan dan dunia kerja, Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, serta tantangan generasi digital. Adapun pemateri dalam workshop kali ini adalah Dr. Maria Anityasari, Dr. Sri Gunani Pratiwi serta Yudha Prasetyawan, M.Eng, Sc.

Pada sesi hari pertama, Dr. Maria menjelaskan bahwa saat ini terjadi ketidaksinkron antara kebutuhan industri dengan lulusan yang ada. Terjadi gap antara dimensi waktu dan lokasi. Hal ini menjadikan banyak industri-industri di Indonesia menggunakan pekerja asing karena lulusan dari Indonesia tidak kompeten dengan kebutuhan saat ini. Kondisi saat ini, ada lulusan yang bekerja tidak sesuai kompetensi, ada yang sesuai kompetensi. Hal ini yang menyebabkan sekolah harus melakukan tracer study secara detail. Selanjutnya, Dr. Sri Gunani melanjutkan dengan materi Kerangka kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). KKNI seharusnya disikapi oleh setiap pendidik karena bertujuan untuk menyetarakan dan mengintegrasikan pendidikan kerja dan pengalaman kerja. Dalam KKNI ini setiap pengalaman kerja akan di levelkan dengan cara menyetarakan dan mengintegrasikan antara jenjang studi, pengalaman kerja, bidang kerja. Hasilnya adalah level kualifikasi kerja. Adapun deskriptor dari masing – masing level saat ini sedang dalam proses penyusunan.
suasana hari pertama, peserta dari dunia pendidikan



Sesi selanjutnya di hari pertama, dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok guru dan dosen serta kelompok siswa dan pencari kerja. Materi dalam kelompok guru dan dosen adalah Pengembangan Kurikulum & Metode Pembelajaran untuk Meningkatkan Keselarasan Pendidikan dengan Dunia Kerja sedangkan kelompok siswa dan pencari kerja adalah Soft skill dan dunia kerja serta tantangan generasi digital. Materi – materi tersebut spesifik diberikan kepada masing – masing kelompok agar tepat sasaran dan interaksi dengan sasaran dapat tercapai.


suasana hari kedua, peserta dari dunia kerja

pemaparan materi oleh bu Maria pada hari kedua
Workshop 2 hari tersebut ditutup dengan sesi diskusi dengan birokrat, pelaku dunia usaha serta wartawan pada hari kedua.  Dalam sesi tersebut terbersit harapan adanya penyelarasan selayaknya untuk disosialisasikan karena penting bagi kegiatan pendidikan.

No comments:

Post a Comment

komentar akan kami moderasi terlebih dahulu.
komentar yang tidak sesuai dengan nilai kesopanan dan hukum yang berlaku tidak akan kamu publikasikan.

hormat kami,
admin LinaRian.com

<b>:matabelo:</b> :matabelo: <b>:malus:</b> :malus: <b>:malus2:</b> :malus2:
<b>:peaces:</b> :peaces: <b>:berdukas:</b> :berdukas: <b>:thumbups:</b> :thumbups:
<b>:thumbdowns:</b> :thumbdowns: <b>:marahs:</b> :marahs: <b>:bingungs:</b> :bingungs:
<b>:plusones:</b> :plusones: <b>:eyeloves:</b> :eyeloves:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...