Tuesday, October 1, 2013

Workshop Sosialisasi dan Pengisian Sistem Manajemen Basis Data (SMBD) pada Lembaga Pendidikan / Pelatihan dan Dunia Kerja

Entri kali ini saya akan berbagi laporan kegiatan workshop yang saya ikuti di Pekanbaru. Workshop yang saya ikuti berjudul Workshop Sosialisasi dan Pengisian Sistem Manajemen Basis Data (SMBD) pada Lembaga Pendidikan / Pelatihan dan Dunia Kerja. Workshop tersebut merupakan bagian dari Program Penyelarasan Pendidikan dengan Dunia Kerja.

Seperti apa liputannya? Langsung saja simak reportase yang ada di spoiler di bawah ini.
:plusones:
Lihat Reportase
Pekanbaru - Pada tanggal 23 – 25 September 2013 bertempat di hotel Grand Zuri Pekanbaru, Riau telah diadakan Workshop Sosialisasi dan Pengisian Sistem Manajemen Basis Data (SMBD) pada Lembaga Pendidikan / Pelatihan dan Dunia Kerja. Workshop ini bertujuan untuk memperkenalkan aplikasi Sistem Manajemen Basis Data yang menjadi penggerak rangkaian program Penyelarasan Pendidikan dengan Dunia Kerja.
Secara garis besar agenda workshop dibagi menjadi dua bagian. Pada hari pertama peserta yang diundang untuk menghadiri workshop adalah dari sisi pasokan tenaga kerja yaitu lembaga-lembaga pendidikan atau pelatihan yang ada di kota Pekanbaru dan sekitarnya. Tidak kurang dari 15 peserta hadir pada workshop hari pertama. Workshop dibuka dengan sambutan dan pengarahan dari Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan (Binsuslat) Dirjen PAUDNI Kemdikbud bapak Hartono. Dalam sambutannya beliau memberikan gambaran mengenai garis besar materi-materi yang akan disampaikan oleh pemateri dari tim ahli program Penyelarasan Pendidikan dengan Dunia Kerja. Beliau juga menyampaikan bahwa program Penyelarasan Pendidikan dengan Dunia Kerja ini merupakan program dari Presiden dalam program Kementrian Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II.
Acara kemudian dilanjutkan dengan paparan kerangka kerja, tahapan, dan hasil-hasil yang telah dicapai program Penyelarasan Pendidikan dengan Dunia Kerja oleh Dr. Maria Anityasari. Dr. Maria mengawali sesi materi dengan perkenalan semua peserta yang hadir. Kemudian beliau menyampaikan latar belakang program Penyelarasan Pendidikan dengan Dunia Kerja ini adalah tingginya angka pengangguran di Indonesia. Beliau juga menampilkan data statistik penganggur terbuka yang ada di Provinsi Riau. Data tersebut beliau ambil dari http://pusdatinaker.balitfo.depnakertrans.go.id. Dalam paparannya beliau juga menyampaikan hasil dari perjalanan program Penyelarasan Pendidikan dengan Dunia Kerja yang salah satunya adalah pemberian block grant Pilot Project Peningkatan Penyelarasan Pendidikan dengan Dunia Kerja.
Materi berikutnya di hari pertama disampaikan oleh Dr. Sri Gunani Partiwi. Beliau menyampaikan mengenai Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). KKNI yang merupakan penjenjangan kualifikasi tenaga kerja nantinya akan memetakan tenaga kerja Indonesia ke dalam jenjang berdasarkan kompetensinya dibandingkan dengan deskriptor bidang keahlian yang ditetapkan. Kelak tenaga kerja Indonesia akan dapat memperoleh pengakuan kompetensi yang didapatkan dari pembelajaran lampau, termasuk yang didapat melalui pengalaman kerja. Dr. Sri Gunani juga menyampaikan bahwa saat ini deskriptor untuk bidang-bidang keahlian masih terus dikerjakan oleh tenaga-tenaga ahli di masing-masing bidang.
Setelah pemaparan materi KKNI oleh Dr. Sri Gunani, acara dilanjutkan dengan paparan konsep, cara kerja, manfaat dan mekanisme pengisian Sistem Manajemen Basis Data (SMBD) oleh Arief Rahman M.Sc. Beliau menyampaikan bahwa sistem ini berusaha menyandingkan sisi pasokan (supply) dan sisi permintaan (demand) tenaga kerja di Indonesia. Sistem ini akan mengukur empat dimensi keselarasan dunia pendidikan dengan dunia kerja. Empat dimensi tersebut adalah dimensi kuantitas, kualitas, lokasi, dan waktu. Keluaran dari sistem ini di antaranya adalah indeks pemenuhan kebutuhan dunia kerja (Fulfillment Index) dan indeks keselarasan kebutuhan tenaga kerja (Alignment Index). Dua indeks ini akan dihitung berdasarkan data yang diberikan oleh sisi pasokan dan sisi permintaan. Untuk itu penting dilakukan tracer alumni dunia pendidikan untuk mendapatkan data yang valid. Setelah pemaparan mengenai SMBD, workshop hari pertama kemudian ditutup oleh bapak Hartono.
Secara garis besar materi yang disampaikan pada workshop hari kedua sama dengan materi pada hari pertama. Yang membedakan adalah peserta workshop hari kedua berasal dari sisi permintaan yaitu perwakilan dari perusahaan-perusahaan yang ada di Pekanbaru dan sekitarnya.

reportase ini dimuat juga di http://penyelarasan.kemdikbud.go.id/content/detail/492.html
kontributor reportase : Rukhshotul Izalah dan Febrian Bahari Adi


Sunday, September 22, 2013

Sosialisasi Penyelarasan Pendidikan dengan Dunia Kerja


Sosialisasi KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia)

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, yang selanjutnya disingkat KKNI, adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor.

KKNI merupakan perwujudan mutu dan jati diri Bangsa Indonesia terkait dengan sistem pendidikan dan pelatihan nasional yang dimiliki Indonesia

Slide Presentasi Sosialisasi KKNI

Tonton Video Sosialisasi

Saturday, September 21, 2013

MAAF ITS, ANDA BELUM BISA BERBANGGA

Berikut ini ada sebuah artikel mengenai betapa salah satu kampus teknik terbaik di negara kita tercinta Indonesia masih kalah persiapan dalam menyambut ASEAN Economic Community tahun 2015 dibandingkan kampus dari negara ASEAN lain. Artikel ini di tulis oleh mahasiswa dari kampus bersangkutan.


Langsung saja, silakan lihat dan baca artikelnya dari spoiler.
MAAF ITS, ANDA BELUM BISA BERBANGGA
Memang rasanya bangga bila melihat ITS, institusi pendidikan tempat kita bernaung untuk menuntut ilmu memperoleh reputasi internasional. Minggu (9/9), ITS International Office, membawa misi tersebut melalui studi komparatif di tiga perguruan tinggi negeri di negeri Thailand. ITS pun mengundang sejummlah delegasi dari berbagai jurusan di ITS, sebagai kepanjangan tangan internasionalisasi kampus di berbagai jurusan, termasuk saya salah satunya.

Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan kata singkat AEC 2015 atau ASEAN Economic Community 2015. Tidak lama lagi di ranah tenaga kerja, seluruh tenaga kerja dari 9 negara tetangga akan saling menggempur negara kerabatnya untuk mencari dan menguasai lapangan pekerjaan. Sebuah penjelasan singkat bahwa konsep utama AEC ialah mempersatukan setiap negara anggota ASEAN menjadi satu pasar yang diprediksi mampu bersaing dengan dunia barat. Pertanyaannya, siapakah diantara kesepuluh negara ini yang akan menjadi nahkoda ASEAN?

Sudah dapat ditebak, kunjungan kami di tiga universitas negeri itu diwarnai dengan 'melongo' akan segala aspek kampus. Di Chulalongkorn University, universitas terbaik di Thailand ini, sampah absen di seluruh area kampus, juga begitu hijau. Mahasiswa dari berbagai negara dengan atmosfer internasional sangat terasa.

Thammasat University, universitas terbaik kedua di sana tak kalah mencengangkan. Area kampus begitu besar dan begitu baiknya sarana dan prasarana olahraga sehingga tidak heran kampus ini pernah menjadi salahsatu penyedia sarana dan prasarana olahraga internasional, ASEAN Games. Tidak kalah kampus teknologi ternama bernama King Mongkut's University of Technology Thonburi memiliki hampir 50 live research setiap tahunnya. Sungguh suatu hal yang patut menjadi panutan kampus kita tercinta.

Namun apa yang membuat saya terdiam? Dalam pertemuan di tiga universitas ini, satu hal penting yang selalu dipaparkan ialah kesiapan mereka menghadapi AEC 2015. Hampir di setiap majalah dinding, informasi terkait AEC dipaparkan, menjelaskan kekuatan setiap negara tetangga yang patut diwaspadai.

Belum lagi, di sekitar langit-langit kampus dipampang tulisan 'selamat pagi' dan 'selamat datang' dalam berbagai bahasa ASEAN. Satu informasi yang sangat mencengangkan ialah, sebagian besar dari sivitas akademika disana ialah orang yang fasih berbahasa Inggris. Ketiga insitusi ini juga memiliki mata kuliah Bahasa Indonesia yang selalu penuh peminat.

Lantas apa reaksi ITS sekarang? Memang ironis melihat berbagai kampus di Indonesia sekarang sudah go international tetapi ITS semakin merosot dan terpuruk. Bagaimana tidak, dalam ranking internasional, ITS sekarang telah tersaingi dengan UNS dan kampus negeri dan swasta lainnya. Seluruh mahasiswa ITS lupa akan tanggung jawab utamanya membawa visi ITS menjadi kampus teknologi bertaraf internasional. Mahasiswa masih terpatri dengan budaya lama yang semakin lama semakin tak bisa memberikan kemanfaatan.

Beberapa waktu lalu saya menyaksikan kampanye pemilihan calon Presiden BEM ITS di lingkungan FTSP. Seorang mahasiswa menanyakan kepada kedua kandidat terkait persiapan yang akan mereka lakukan menghadapi AEC 2015 apabila terpilih. Sontak salah satu kandidat mengatakan, "Saya akan menguatkan internal kampus terlebih dahulu, karena hal-hal yang berbau masa depan, futuristik seperti itu hanya bisa tercipta apabila internalnya sudah kuat," katanya.

Saya pun akhirnya menjadi pesimis akan masa depan ITS. Memang penguatan internal diperlukan, tetapi tahun 2015 sudah didepan mata, apakah penguatan internal dan eksternal tidak bisa berjalan berdampingan? Karena bahwasannya sudah 55 tahun ITS berdiri, tetapi sampai sekarang pun belum ada kontribusi besar yang dilakukan mahasiswa terhadap internasionalisasi kampus. Sementara di negeri tetangga, seluruh mahasiswa bersiap dan Indonesia sudah dipastikan menjadi targetnya. Sekali lagi, Mohon maaf ITS, anda belum bisa berbangga.

Georgi Ferdwindra Putra
Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Angkatan 2012

ditulis ulang dari https://www.its.ac.id/berita/12471/en


Apakah Anda seorang mahasiswa? Bagaimana dengan kampus Anda? Sudah siap menyambut AEC 2015?
Apakah Anda seorang pengusaha? Bagaimana dengan usaha Anda? Sudah siap menyambut AEC 2015?
Apakah Anda seorang pengajar atau pendidik? Bagaimana dengan Anda? Sudah siap menyambut AEC 2015?
Kita sebagai warga negara Indonesia, bagaimana dengan kita? Apakah sudah siap menyambut AEC 2015?

Mungkin beberapa tulisan di tautan berikut dapat membantu kita membuka wawasan mengenai AEC dan persiapan apa yang dapat kita lakukan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...